Dinsos Kota Surabaya - Unitomo Berikan Beasiswa Untuk Calon Pramugari dari Keluarga Miskin
Dalam rangka menjalankan program
pengentasan kemiskinan, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya bekerjasama dengan
Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) memberikan pelatihan Test Of English for
Intenational Communication (TOIEC) bagi 37 siswa berprestasi dari keluarga
miskin yg akan dikirim untuk mengikuti pendidikan pramugari dan bekerja di
maskapai Citilink. Senin (30/04), bertempat di Auditorium RM Soemantri, Rektor
Unitomo, Bachrul Amiq memberikan sambutan dalam acara pembukaan
pelatihan. "Ini kesempatan yang sangat bagus bagi calon pramugari, jadi
dalam pelatihan nanti harus benar-benar diikuti dengan serius, agar karirnya
menjadi pramugari kedepan bisa cemerlang", kata Doktor Bidang Hukum ini.
Dinsos Kota Surabaya bukan kali pertama memberikan kepercayaan kepada Unitomo untuk memberikan pelatihan TOEC. Tahun 2016 yang lalu ada diklat TOEIC untuk calon taruna penerima beasiswa Garuda Maintenance Fasility (GMF) yang diikuti sekitar 20 calon taruna. "Tahun lalu Unitomo Language and Culture Center (ULCC) telah sukses mendidik calon taruna berbahasa asing, yakni bahasa Inggris. Ini menjadikan instansi kami kambali memberikan kepercayaan kepada Unitomo untuk kembali memnerikan diklat TOEIC", ungkap Supomo, Kepala Dinsos Kota Surabaya saat ditemui di sela kegiatan.
Sementara itu, Kepala ULCC, Budiati mengatakan diklat TOEIC akan berlangsung 65 jam atau kurang lebih 45 hari dengan 3 tahapam yang sudah disiapkan untuk calon Pramugari agar siap berbahasa Inggris saat berkarir nanti. "Diawal diklat TOEIC, calon Pramugari akan diberikan diagnostic test, di pertengahan diberikan midle term evaluation serta pada akhir akan ada post test and interview dari pihak ULCC. Jadi ketika berkarir mereka sudah siap berbahasa Inggris", ujarnya.
Mitha Fauziyah, salah satu penerima beasiswa mengaku sangat senang menjadi salah satu peserta diklat calon pramugari. "Beasiswa ini sangat membantu banget untuk keluarga tdak mampu, karena ini akan meningkatkan taraf pendidikan bahkan ekonomi. Saya bersyukur sudah lolos tes administrasi, tahap selanjutnya akan ada tes kemampuan bahasa Inggris, jadi saya sangat bersemangat mengikuti diklat TOEIC di Unitomo ini", ungkap gadis alumni SMAN 4 Surabaya ini. (WILD)
Dinsos Kota Surabaya bukan kali pertama memberikan kepercayaan kepada Unitomo untuk memberikan pelatihan TOEC. Tahun 2016 yang lalu ada diklat TOEIC untuk calon taruna penerima beasiswa Garuda Maintenance Fasility (GMF) yang diikuti sekitar 20 calon taruna. "Tahun lalu Unitomo Language and Culture Center (ULCC) telah sukses mendidik calon taruna berbahasa asing, yakni bahasa Inggris. Ini menjadikan instansi kami kambali memberikan kepercayaan kepada Unitomo untuk kembali memnerikan diklat TOEIC", ungkap Supomo, Kepala Dinsos Kota Surabaya saat ditemui di sela kegiatan.
Sementara itu, Kepala ULCC, Budiati mengatakan diklat TOEIC akan berlangsung 65 jam atau kurang lebih 45 hari dengan 3 tahapam yang sudah disiapkan untuk calon Pramugari agar siap berbahasa Inggris saat berkarir nanti. "Diawal diklat TOEIC, calon Pramugari akan diberikan diagnostic test, di pertengahan diberikan midle term evaluation serta pada akhir akan ada post test and interview dari pihak ULCC. Jadi ketika berkarir mereka sudah siap berbahasa Inggris", ujarnya.
Mitha Fauziyah, salah satu penerima beasiswa mengaku sangat senang menjadi salah satu peserta diklat calon pramugari. "Beasiswa ini sangat membantu banget untuk keluarga tdak mampu, karena ini akan meningkatkan taraf pendidikan bahkan ekonomi. Saya bersyukur sudah lolos tes administrasi, tahap selanjutnya akan ada tes kemampuan bahasa Inggris, jadi saya sangat bersemangat mengikuti diklat TOEIC di Unitomo ini", ungkap gadis alumni SMAN 4 Surabaya ini. (WILD)